2014

5 September 2014

Cara Budidaya Jamur

Salam agro....
Pada postingan kali ini akan saya sampaikan mengenai cara Budidaya Jamur.
Disini tidak saya ceritakan tentang teknis budidayanya karena saya menganggap anda sudah tahu semua tetapi saya akan jelaskan bagaimana trik atau cara meningkatkan hasil panen jamur anda secara cepat.

Untuk teknis budidayanya bisa anda lihat di blog saya yang lain mengenai Teknis Budidaya Jamur Tiram atau postingan tentang Cara Budidaya Jamur.

Cara budidaya jamur tiram putih

Untuk mendukung cara budidaya jamur yang lebih maksimal, maka PT.Natural Nusantara mengeluarkan pupuk organik berkualitas tinggi yaitu POC NASA dan Hormonik yang berguna untuk menyediakan unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman dan juga zat perangsang tumbuh.

Pupuk NASA yang digunakan untuk budidaya jamur
Cara aplikasinya bisa POC NASA dan Hormoniknya adalah dengan dicampurkan kedalam media sebelum tanam atau disuntikaan kedalam baglog.
Jika anda belum menyaksikan video Cara Budidaya Jamur dengan NASA anda bisa saksikan videonya di Youtube.

Demikian sedikit informasi yang kami berikan mengenai cara budidaya jamur tiram putih ala NASA. Semoga informasi ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Untuk pemesanan produk bisa kontak saya di 08170429050.

31 Agustus 2014

Cara Menjadi Agen Pupuk

Cara Menjadi Agen Pupuk
Cara menjadi agen pupuk organik NASA sangatlah mudah.
Tidak seperti menjadi agen lainnya yang membutuhkan persyaratan khusus, disini kami memberikan kemudahan kepada anda untuk menjadi agen distributor pupuk organik atau member dari PT. Natural Nusantara.

Syarat menjadi distributor NASA:
  • Nama lengkap
  • Alamat lengkap
  • No.KTP
  • No.HP yang aktif
  • No.Rekening untuk transfer rabat/bonus distributor
  • email
  • Biaya pendaftaran Rp.150.000,-
Keuntungan menjadi agen/distributor produk organik NASA.
  1. Produk adalah murni hasil karya putra Indonesia yang sudah diakui negara lain.
  2. Mendapatkan selisih harga distributor-konsumen dari 10% - 100%
  3. FREE ONGKOS KIRIM jika anda membeli produk NASA sebesar 2jt untuk pulau JAWA, 2.5jt Luar Pulau Jawa dan 4jt untuk Papua.
  4. Mendapatkan rabat distributor jika anda belanja produk yang akan diakumulasikan setiap bulannya.
  5. Konsultasi dengan technical service yang sudah berpengalaman dibidangnya.
Anda juga bisa melakukan pendaftaran dan langsung belanja produk dan harga langsung kita hitung dengan harga distributor.

Untuk pendaftaran distributor, biaya ditransfer ke:

BCA KCP. Ahmad Dahlan Yogyakarta
a/n NUR HARYONO
No. Rek. 1691855363


Mandiri KCP. Ahmad Dahlan Yogyakarta
a/n NUR HARYONO
No. Rek. 137-00-0780365-9

 

Untuk syarat syaratnya bisa dikirimkan via email ataupun sms ke 0817.042.9050.

26 Agustus 2014

Manfaat Unsur Hara Mikro Pada Tanaman

- Manfaat Unsur Hara Mikro Pada Tanaman -

Unsur Hara Mikro adalah unsur hara yang diperlukan tanaman dalam jumlah yang sangat kecil, tetapi fungsinya penting dan tidak tergantikan. contoh Unsur Hara Mikro atara lain Molibdenum (Mo), Besi (Fe), Boron (B), Seng (Zn), Mangan (Mn), Tembaga (Cu), dan Khlor (Cl)


Mangan (Mn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mn++
Fungsi unsur hara Mangan (Mn) bagi tanaman ialah: 

  1. Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vit. C 
  2. Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
  3. Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
  4. Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
Boron (Bo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Bo O3-
Fungsi unsur hara Boron (Bo) bagi tanaman ialah: 

  1. Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman 
  2. Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
  3. Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
  4. Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
  5. Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit
Tembaga (Cu)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cu++
Fungsi unsur hara Tembaga (Cu) bagi tanaman ialah:

  1. Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam 
  2. Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)
Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:

  1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan 
  2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
  3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah
Khlor (Cl)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Cl -
Fungsi unsur hara Khlor (Cl) bagi tanaman ialah:

  1. Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran 
  2. Banyak ditemukan dalam air sel semua bagian tanaman
  3. Banyak terdapat pada tanaman yang mengandung serat seperti kapas
Molibdenum (Mo)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Mo O4-
Fungsi unsur hara Molibdenum (Mo) bagi tanaman ialah: 

  1. Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa 
  2. Sebagai katalisator dalam mereduksi N
  3. Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran
  4. Molibdenum dalam tanah terdapat dalam bentuk Mo S2
Seng (Zincum = Zn)
Diambil/diserap oleh tanaman dalam bentuk: Zn++
Fungsi unsur hara Seng (Zn) bagi tanaman ialah:

  1. Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan 
  2. Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis 
  3. Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah
Untuk mendapatkan unsur hara mikro yang lengkap yang bisa langsung diserap tanaman, and bisa menggunakan produk pupuk organik Supernasa yang kandungannya sudah lengkap. 


Apakah Beauveria Bassiana itu..?

Beauveria bassiana secara alami terdapat di dalam tanah sebagai jamur saprofit.
Pertumbuhan jamur di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, seperti kandungan bahan organik, suhu, kelembapan, kebiasaan makan serangga, adanya pestisida sintetis, dan waktu aplikasi. Secara umum, suhu di atas 30 °C, kelembapan tanah yang berkurang dan adanya antifungal atau pestisida dapat menghambat pertumbuhannya.

Cara infeksi
  1. Cara cendawan Beauvaria bassiana menginfeksi tubuh serangga dimulai dengan kontak inang, masuk ke dalam tubuh inang, reproduksi di dalam satu atau lebih jaringan inang, kemudian kontak dan menginfeksi inang baru. 
  2. B. bassiana masuk ke tubuh serangga inang melalui kulit, saluran pencernaan, spirakel dan lubang lainnya. 
  3. Inokulum jamur yang menempel pada tubuh serangga inang akan berkecambah dan berkembang membentuk tabung kecambah, kemudian masuk menembus kulit tubuh. 
  4. Penembusan dilakukan secara mekanis dan atau kimiawi dengan mengeluarkan enzim atau toksin.  
  5. Pada proses selanjutnya, jamur akan bereproduksi di dalam tubuh inang. 
  6. Jamur akan berkembang dalam tubuh inang dan menyerang seluruh jaringan tubuh, sehingga serangga mati. 
  7. Miselia jamur menembus ke luar tubuh inang, tumbuh menutupi tubuh inang dan memproduksi konidia. 
  8. Dalam hitungan hari, serangga akan mati.
  9. Serangga yang terserang jamur B. bassiana akan mati dengan tubuh mengeras seperti mumi dan jamur menutupi tubuh inang dengan warna putih.
Dalam infeksinya, B. bassiana akan terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmen-segmen antena, antara segmen kepala dengan toraks , antara segmen toraks dengan abdomen dan antara segmen abdomen dengan cauda (ekor). 
Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih. 
Penetrasi jamur entomopatogen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala dengan toraks atau di antara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar pertama kali pada bagian-bagian tersebut.

Serangga yang telah terinfeksi B.bassiana selanjutnya akan mengkontaminasi lingkungan, baik dengan cara mengeluarkan spora menembus kutikula keluar tubuh inang, maupun melalui fesesnya yang terkontaminasi. Serangga sehat kemudian akan terinfeksi. Jalur ini dinamakan transmisi horizontal patogen (inter/intra generasi).


Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Beauveria_bassiana

9 Maret 2014

Cara Menanam Kelapa Sawit yang Benar

Cara Menanam Kelapa Sawit yang Benar
Pemeliharaan tanaman merupakan hal yang sangat penting dalam usaha budidaya tanaman karena menentukan masa perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Perawatan tidak hanya ditunjukan pada tanamannya, tetapi juga pada media tanah pada lahan pertanaman tersebut. Perawatan tanaman kelapa sawit meliputi penyulaman, pembuatan piringan, penanaman tanaman sela, pengendalian gulma, pemangkasan, pemupukan, dan penyerbukan buatan.

1. Penyulaman
Penyulaman (menyisip) adalah bagian dari pemeliharaan tanaman dengan mengganti tanaman yang mati, rusak, atau pertumbuhan tanaman tidak baik dengan bibit yang baru. Kerusakan tanaman yang harus diganti tersebut dapat terjadi karena beberapa hal, antara lain cara penanaman yang kurang teliti, keadaan iklim (terendam air atau kekeringan), terserang hama (babi, gajah) atau penyakit, pertumbuhan tanaman (kualitas, bibit), dan lain sebagainya.

Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim hujan, tapi paling utama harus dilakukan secepatnya. Bibit yang digunakan untuk penyulaman ini adalah bibit yang berumur 12-14 bulan. Penyulaman bisa juga dilakukan hingga tanaman sudah berumur 1-2 tahun dengan konsekuensi menyebabkan pertumbuhan tanaman sulaman terhambat.

2. Pembuatan Piringan
Piringan atau bokoran adalah lingkaran dengan radius 1,0 – 1,5 meter yang mengelilingi pohon tanaman. Piringan dibuat dan dipelihara agar selalu dalam keadaan bersih dari gulma untuk memudahkan pelaksanaan berbagai kegiatan perawatan tanaman kelapa sawit.

Radius piringan atau bokoran yang semula hanya sekitar 60cm secara berangsur-angsur diperbesar sampai 1,5 meter sesuai dengan umur tanaman. Pembuatan piringan ini yang paling utama adalah membersihkan gulma yang tumbuh di sekitar pohon tanaman kelapa sawit. Pemeliharaan piringan dapat dilakukan dengan dikored, dibabat, atau disemprot dengan kebutuhan, seperti sebelum pemupukan.

3. Penanaman Tanaman Sela

Penanaman tanaman sela atau tanaman penutup tanah lahan pertanaman kelapa sawit harus benar-benar diperhatikan agar jangan sampai mengganggu atau merugikan pokoknya, yaitu tanaman kelapa sawitnya.

Tanaman yang biasa digunakan sebagai tanaman sela ini adalah tanaman dari jenis kacang-kacangan. Untuk menentukan jenis kacangan yang akan digunakan sebagai tanaman sela harus memperhatikan faktor-faktor topografinya, keadaan lahan, pertanaman, kesuburan tanah, tenaga, dan lain-lain.

Dua hal yang penting dalam menanam tanaman sela ini adalah teknik dan waktu penanaman untuk memperoleh manfaat yang baik untuk perkembangan dan produksi awal yang lebih baik. Hal peting lainnya meliputi tanaman yang sesuai dengan kondisi tanah, persiapan benih, dan penaburan benih. Sebaiknya tanaman sela sudah menutupi permukaan tanah pada waktu penanaman bibit kelapa sawit di lahan pertanaman.

Syarat-syarat yang baik untuk tanaman sela atau tanaman penutup tanah.
  1. Mempunyai pertumbuhan yang cepat, agar dapat menutup permukaan lahan pertanaman dengan cepat.
  2. Tanaman yang bukan merupakan saingan tanaman kelapa sawit terhadap unsure hara, air, tanah, cahaya, dan udara.
  3. Tidak merusak fisik tanah, penting diperhatikan bila yang digunakan tanaman penutup tanah alami.
  4. Dapat memfiksasi nitrogen bebas dari atmosfer, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah.
  5. Tanaman yang bukan inang hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman kelapa sawit.

 Manfaat penanaman tanaman sela atau tanaman penutup tanah adalah sebagai berikut :
  1. Melindungi permukaan tanah dan erosi.
  2. Menambah bahan organic tanah.
  3. Mengurangi pencucian unsure hara.
  4. Menambah kesuburan tanah dengan adanya fiksasi unsure N bebas.
  5. Mempercepat proses pelapukan.
 4. Pengendalian Gulma

Gulma (tumbuhan pengganggu) adalah tumbuhan yang termasuk bangsa rurumputan yang merupakan pengganggu bagi kehidupan tanaman utama. Gulma harus secepatnya dikendalikan, karena gulma sangat mengganggu tanaman dalam mengambil makanan, sehingga mengakibatkan turunnya hasil budidaya. Selain itu juga merugikan manusia, karena gulma ada yang mengandung racun.

Jenis-jenis gulma yang tumbuh pada lahan pertanaman kelapa sawit banyak macamnya. Secara garis besar, jenis-jenis gulma tersebut dapat digolongkan ke dalam dua golongan, yaitu golongan gulma berbahaya dan golongan gulma lunak.

 Gulma berbahaya
Merupakan gulma yang memiliki daya saing tinggi terhadap tanaman pokok, misalnya lalang, lempuyang, beberapa tumbuhan berkayu, dan lain sebagainya.

Gulma lunak
Merupakan gulma yang keberadaannya dalam pertanaman kelapa sawit dapat ditoleransi, sebab jenis gulma ini dapat menahan erosi tanah, tetapi pertumbuhannya tetap harus dikendalikan

Pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara terpadu untuk menghindari segi-segi negative yang mungkin timbul bila hanya mengandalkan satu cara atau metode pengendalian. Biasanya digunakan pengendalian gulma terpadu secara vertical, yakni perpaduan dua atau lebih cara dari berbagai cara yang sudah dikenal, seperti cara fisik, kimia, hayati, dan lain sebagainya.

Pengendalian gulma terpadu secara horizontal berorientasi pada beberapa disiplin ilmu. Dengan kata lain, memadukan pengendalian gulma dengan salah satu cara atau lebih kegiatan pemeliharaan tanaman lainnya seperti pengendalian hama, penyakit, atau pemupukan. Cara horizontal ini masih belum banyak digunakan atau masih memerlukan penelitian dan pengembangan lebih lanjut untuk mengetahui dampaknya bagi tanaman pokok.

Pengendalian gulma yang biasa diterapkan selama ini ada tiga cara, yaitu pengendalian secara manual, pengendalian secara kimia, dan pengendalian secara kultur teknis.

a. Pengendalian gulma secara manual


Pengendalian gulma yang dilakukan dengan menggunakan peralatan atau dengan daya upaya pengendalian secara konvensional, misalnya dengan merambat, membongkar, menggarpu, dan lain sebagainya. Pemberantasan gulma dengan cara ini dapat dilakukan 5-6 kali pada tahun pertama atau bergantung keadaan perkebunan.

b. Pengendalian gulma secara kimia

Pengendalian gulma dengan menggunakan herbisida, baik yang bersifat kontak maupun sistemik. Keuntungan cara ini adalah penggunaan tenaga kerja yang relative sedikit. Namun cara ini dapat mengganggu organism lain dalam kelestariaan alam.

c. Pengendalian gulma secara kultur teknis

Pengendalian gulma dengan menggunakan tanaman penutup tanah jenis kacangan. Cara ini bertujuan untuk mengurangi pengaruh buruk dari gulma.

Untuk mendapatkan hasil yang lebih efektif, pengendalian gulma tanaman kelap sawit ini dapat dilakukan dengan kombinasi ketiga cara yang telah dijelaskan diatas.

5. Pemangkasan Daun

Pemangkasan daun atau disebut juga dengan istilah penunasan yang sebenarnya tidak tepat, karena perlakuan adalah terhadap daun. Pemangkasan daun dimaksudkan untuk membuang daun-daun yang sudah tua. Pemangkasan daun pada tanaman kelapa sawit harus dilakukan, karena tidak mudah rontok, meskipun sudah tua atau kering, terkadang baru rontok setelah beberapa tahun kemudian.

Pemangkasan dilakukan sejak tanaman belum menghasilkan dan diteruskan hingga tanaman sudah menghasilkan. Pemangkasan dilakukan secara teratur sesuai dengan perkembangan atau umur tanaman.

Berikut ini adalah beberapa manfaat pemangkasan daun bagi tanaman kelapa sawit :
  1. Memudahkan pemanenan tandan buah yang berada pada ketiak daun.
  2. Memudahkan pemeliharaan.
  3.  Memperbaiki peredaran udara.
  4. Memperlancar penyerbukan secara alami.
  5. Memudahkan pengendalian penyakit.

Ada tiga macam pemangkasan yang dilakukan mulai dari tanaman kelapa sawit yang belum menghasilkan sampai tanaman kelapa sawit yang sudah menghasilkan.

a. Pangkas prapanen : pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman yang berumur antara 10 – 30 bulan dengan maksud untuk membuang daun-daun kering dan buah-buah pertama yang masih berukuran kecil atau buah yang busuk.

b. Pangkas produksi : pemangkasan yang dilakukan terhadap tanaman yang sudah berproduksi dengan rotasi tertentu untuk memberikan bentuk yang baik perkembangan tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, serta memudahkan pelaksanaan panen.

c. Pangkas pemeliharaan :
pemangkasan yang dimulai saat tanaman berumur 36 bulan atau tinggi batangnya sudah mencapai sekitar 60 cm. pangkas pemeliharaan pada tanaman yang karena bisa mendorong laju pertumbuhan tanaman yang telah berumur empat tahun ke atas, pemangkasan dilakukan satu kali daloam satu tahun. Alat yang digunakan untuk pemangkasan ini adalah egrek, yaitu sejenis sabit bertangkai panjang.


Sumber: http://bp4kkabsukabumi.net/index.php?option=com_content&task=view&id=388&Itemid=76


6 Maret 2014

Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Kambing

Sumber: http://mkrplkotajogja.blogspot.com/p/pupuk-organik-dari-limbah-ternak.html

Pengolahan bahan organik/limbah kandang biasanya melihat kondisi kandungan air pada kotoran ternak, jika kotoran ternak pada kondisi basah bahan decomposer sebaiknya menggunakan decomposer padat/tepung, ditambah bahan limbah organik lain (abu, sekam, dolomit, sersah tanaman) agar kelembaban bahan organik dengan kadar air 40%.  Sedangkan bila kondisi kotoran ternak kering bisa meggunakan decomposer cair yang dilarutkan pada air kemudian disiramkan sekaligus untuk tujuan mengatur kelembaban dengan kadar air 40%.  
Teknologi pembuatan pupuk organik dari limbah kandang atau kotoran ternak juga telah banyak dihasilkan dengan berbagai cara pengolahan. 

Berikut adalah salah satu cara pengolahan pupuk organik dari bahan organik kotoran atau limbah kandang ternak kambing.  

PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING

BAHAN :

  1. 1 ton kotoran kambin
  2. 200 kg kapur pertanian (Dolomit)
  3. 200 kg abu sekam
  4. 4 kg primadec (decomposer)
  5.  6 kg pupuk SP-36
Alat :
  1. Cangkul
  2. Terpal
  3. Ember
Tahapan pembuatan Pupuk Organik Padat (POP)  Kotoran Kambing
  1. Siapkan tempat atau hamparan yang ternaungi dan jika hujan tempat tersebut tidak tergenang air.
  2. Lakukan proses pencampuran bahan, agar mudah dan merata bisa dilakukan dengan cara membuat lapisan-lapisan.
  3. Pembuatan lapisan dengan cara menghamparkan kotoran kambing dan sersah bahan organik lain setebal kurang lebih 30 cm dan taburkan dolomit, abu dan decomposer secukupnya.
  4. Kemudian siapkan pupuk SP-36 secukupnya dari dosis yang ditetapkan yang dilarutkan dalam air kemudian disirampkan pada lapisan tersebut hingga kadar air mencapai 40%. Atau bisa diukur dengan cara diremas dengan tangan air tidak meneteskan atau  bahan organik tidak pecah saat genggaman tangan dibuka.
  5. Buat lapisan berikutnya hingga semua bahan habis, kemudian lapisan tersebut dicangkul dari salah satu sisi searah hingga menimbulkan timbunan baru.
  6. Lakukan lagi kearah kebalikannya, kemudian ditimbun atau dibuat gunungan sebesar lebar terpal penutup. 
  7. Timbunan ditutup rapat dengan terpal dan bagian pinggir terpal diberi beban sehingga jika ada angin terpal tidak terbuka.
  8. Diamkan selama 1 minggu, setelah satu minggu terpal dibuka dan timbunan diaduk untuk tujuan pemberian airasi pada proses pengomposan. Proses pengomposan yang berhasil akan timbul panas dan dapat dirasakan saat pembongkaran gundukan.
Cara aplikasi pada tanaman :
Aplikasi pupuk organik untuk tanaman musiman dapat dilakukan bersamaan saat pengolahan lahan, Pemupukan pada tanaman tahunan, sebaiknya dibenam pada bagian ujung perakaran, dan setiap tanaman umumnya memiliki ujung perakaran berada tepat dibawah daun paling ujung dari tanaman tersebut. Semakin banyak pupuk organik diberikan semakin meningkat kesuburan tahan. 


Cara Membuat Pupuk Organik dari Limbah Kotoran Kambing
Image by: http://bertanibuahnaga.blogspot.com

9 Februari 2014

Cara Membuat Pupuk Organik

Cara membuat pupuk organik sangat banyak caranya.
Jika anda mengetik di Google, maka akan mendapatkan 279.000 situs yang membahas tentang cara membuat pupuk organik.

Banyak orang yang mencari cara membuat pupuk ini karena mereka berpikir bahwa dengan cara membuat sendiri maka akan menghemat biaya pemupukan tapi bisa meningkatkan hasil pertanian.

Seperti yang pernah saya baca, bahwa membuat pupuk organik cair itu prosesnya membutuhkan waktu yang agak lama, sekitar 2,5 bulan, namun hasilnya sebanyak kurang lebih 1.000 Liter dari 100 L konsetrat pupuk hayati organik, bisa digunakan untuk ribuan hektar tanaman selama berbulan-bulan.
Namun jika kebutuhan akan pupuk ini mendesak, biasanya toko-toko pertanian ada menjual pupuk hayati ini dalam botolan dengan harga sekitar Rp. 20.000-40.000/Liter. 
(http://ekonomi.kompasiana.com/agrobisnis/2013/09/26/cara-sederhana-membuat-pupuk-hayati-organik-organic-biofertilizer--595128.html)

cara membuat pupuk organik cair

Karena proses dan cara pembuatan pupuk organik cair yang agak rumit dan susah serta membutuhkan waktu yang lupayan lama, maka sekarang banyak sekali bermunculan POC atau pupuk organik cair yang dijual dalam kemasan botol 1/2 liter, 1 liter bahkan ada yang sampai 100 liter.
© Copyright 2019 Distributor Pupuk Organik Natural Nusantara | All Right Reserved